Menonton film saat week day ternyata tidak terlalu buruk. Selain tidak perlu berebut kursi, harga tiketnya juga tidak terlalu mahal. Mungkin setara jatah 2 hari
Terlepas dari kesibukan kupu-kupu (
Terbilang terlambat memang kalo kamu nontonnya sekarang yang udah kelewat satu bulan sejak film ini pertama tayang pada bulan juli yang lalu. Sedikit-banyak spoiler yang udah tersebar di media sosial tentu tidak bisa dibandingkan dengan menontonnya secara langsung! Apalagi bersama orang-orang terkasih, yah.. meskipun mereka tidak membalas kasihmu. Berilah sedikit kesempatan paling tidak sekali untuk menonton film pemenang Palm D’or dalam Festival Film Cannes ini.
Film yang satu ini terbilang cukup panjang untuk layar bioskop populer. Kurang lebih durasinya 2 jam! Tetapi didalamnya kita disuguhkan beragam permasalahan yang membuat durasi panjang menjadi tidak terasa. Parasite, bukan hanya bercerita tentang sebuah keluarga yang numpang dalam kehidupan orang lain. Lebih jauh, film tersebut juga menyinggung soal pertentangan kelas antara si kaya dan si miskin, sembari mempertontonkan beberapa pengambilan gambar yang cukup aneh―paling tidak buat aku yang jarang nonton film.
Ditambah lagi sehabis nonton langsung baca artikel Cek Seberapa Borjuis atau Proletarnya Kamu setelah Nonton Parasite. Langsung ngerasa ‘apakah aku terlalu proletar?’ sambil ketawa sendiri. Sungguh artikel yang terlalu berterus terang mbak! Mbok ya biarkan dulu aku menikmati kisah cinta ala-ala drama korea, yang secuil dalam film itu hadir. Meskipun cuman secuil loh mbak!
Ah, sehabis geli sendiri baca artikelnya mbak Maryam, aku merasa masih ada kurangnya kalo kamu hanya melihat film itu sebagai perjuangan hidup miskin-kaya, akibat tidak terjadinya
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mapan diasosiasikan sebagai sesuatu yang telah baik, mantab, dan tidak goyah. Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali persoalan yang
Lantas film ini datang sembari menggelontorkan
Kedua keluarga dalam film ini akhirnya benar-benar bertemu untuk saling menemukan jawabannya, apa yang bisa membuat mereka mapan? Disanalah komedi mulai dimainkan oleh Bong Joon Ho sang sutradara. Selesaikah semua permasalahan dengan uang, atau berakhirkah semua kesedihan kesengsaraan dengan kerja keras? Hingga semua yang tersisa hanyalah sebuah percandaan yang utuh tanpa celah wkwkwkwk.
Share This :
comment 0 Komentar
more_vert