-->
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM101

Kemapanan yang Dibercandakan Dalam Film Parasite!

20 Agu 2019

Menonton film saat week day ternyata tidak terlalu buruk.  Selain tidak perlu berebut kursi, harga tiketnya juga tidak terlalu mahal.  Mungkin setara jatah 2 hari nyampah makan anak kosan.  Tapi tetap saja, selama masih pake uang pemberian orang tua, semua kemewahan para proletar ini tidak menjanjikan kebanggaan didepan mata mertua keluarga.  Udah miskin, buang-buang duit!

Terlepas dari kesibukan kupu-kupu (kuliah-pusing), ada baiknya memang liburan semester diisi dengan memanjakan mata sembari menonton film.  Satu atau dua keping tiket bioskop boleh lah dijepret untuk mengisi story instagram yang udah lama berdebu akibat kurang aesthetic mewah-nya kehidupan sehari-hari di kampus.  Boleh dong! Udah bayar mahal juga kan! haha.. Gantinya, kamu bisa nonton salah satu film yang lagi ngehits saat ini, kayak yang aku tonton, Parasite!

Terbilang terlambat memang kalo kamu nontonnya sekarang yang udah kelewat satu bulan sejak film ini pertama tayang pada bulan juli yang lalu.  Sedikit-banyak spoiler yang udah tersebar di media sosial tentu tidak bisa dibandingkan dengan menontonnya secara langsung! Apalagi bersama orang-orang terkasih, yah.. meskipun mereka tidak membalas kasihmu.  Berilah sedikit kesempatan paling tidak sekali untuk menonton film pemenang Palm D’or dalam Festival Film Cannes ini.

Film yang satu ini terbilang cukup panjang untuk layar bioskop populer.  Kurang lebih durasinya 2 jam! Tetapi didalamnya kita disuguhkan beragam permasalahan yang membuat durasi panjang menjadi tidak terasa.  Parasite, bukan hanya bercerita tentang sebuah keluarga yang numpang dalam kehidupan orang lain.  Lebih jauh, film tersebut juga menyinggung soal pertentangan kelas antara si kaya dan si miskin, sembari mempertontonkan beberapa pengambilan gambar yang cukup aneh―paling tidak buat aku yang jarang nonton film.

Ditambah lagi sehabis nonton langsung baca artikel Cek Seberapa Borjuis atau Proletarnya Kamu setelah Nonton Parasite.   Langsung ngerasa ‘apakah aku terlalu proletar?’ sambil ketawa sendiri.  Sungguh artikel yang terlalu berterus terang mbak! Mbok ya biarkan dulu aku menikmati kisah cinta ala-ala drama korea, yang secuil dalam film itu hadir.  Meskipun cuman secuil loh mbak!

Ah, sehabis geli sendiri baca artikelnya mbak Maryam, aku merasa masih ada kurangnya kalo kamu hanya melihat film itu sebagai perjuangan hidup miskin-kaya, akibat tidak terjadinya keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia, merdeka! Ada yang luput! Sebuah pernyataan dari sang sutradara sendiri, selepas penayangan film ini di festivel film Cannes, yaitu ‘A comedy without clowns!’ Sebuah bahan bercanda tanpa sesuatupun yang layak dibercandakan.  Lantas apakah itu? Sebuah kehidupan mapan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mapan diasosiasikan sebagai sesuatu yang telah baik, mantab, dan tidak goyah.  Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali persoalan yang tidak jelas tujuannya mapan, dalam pendidikan, keluarga, serta pekerjaan misalnya.  Hal tersebut wajar ketika peradaban bar-bar modern manusia telah mencapai suatu kestabilan dalam bentuk negara, dunia antar negara, ketiga hal tersebut adalah penopang, ibarat pasak.  Ketiganya, jika kamu tidak memilikinya bersiaplah tenggelam dalam lautan manusia beradab hahaha.. 

Lantas film ini datang sembari menggelontorkan jawaban pertanyaan seperti bagaimana jika pendidikan justru menghalau mereka yang beradab di gang-gang kecil menukik diantara perumahan mewah? Apa yang benar-benar diharapkan dalam sebuah keluarga? Atau Bagaimana bisa sebuah pekerjaan yang menghabiskan hampir seluruh hidupmu sama sekali tidak menjanjikan kekayaan?

Kedua keluarga dalam film ini akhirnya benar-benar bertemu untuk saling menemukan jawabannya, apa yang bisa membuat mereka mapan? Disanalah komedi mulai dimainkan oleh Bong Joon Ho sang sutradara.  Selesaikah semua permasalahan dengan uang, atau berakhirkah semua kesedihan kesengsaraan dengan kerja keras? Hingga semua yang tersisa hanyalah sebuah percandaan yang utuh tanpa celah wkwkwkwk.
Share This :