-->
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM101

5 Poin Utama Sosialisme Demokratik Nehru

14 Feb 2019
5 Poin Utama Sosialisme Demokratik Nehru

KS.id – Jawahahlal Nehru adalah perdana menteri India pertama. Ia bersama Mahatma Gandhi telah dikenal luas oleh masyarakat India sebagai bapak pendiri bangsa. Kiprah Nehru dalam perjuangan kemerdekaan India memang cukup signifikan, ia bahkan termasuk dalam salah satu tokoh yang memperjuangkan kemerdekaan India secara radikal.

Ketika menjalani pendidikan tinggi di Inggris, Nehru banyak bersentuhan dengan paham-paham yang saat itu sedang populer, salah satunya yaitu sosialisme marx. Dalam banyak hal Nehru setuju dngan paham marxisme. Namun, ia menolak menjadikan marxisme sebagai sebuah ideologi.

Menurut Nehru, analisa marx tentang produksi lebih baik digunakan sebagai praksis daripada ideologis. Melihat bagaimana ketimpangan sosial di India, ia pun berencana untuk menerapkan sosialisme marx disana. Menurtutnya salah satu faktor yang menyebabkan ketimpangan tersebut adalah feodalisme kerajaan-kerajaan India saat itu.

Namun, disatu sisi keinginan Nehru tersebut terbentur dengan paham revolusi yang dianut kaum sosialis. Menurut mereka, faktor-faktor produksi, terutama tanah, harus direbut dari tangan-tangan pemilik modal. Kebanyakan cara yang digunakan adalah melalui revolusi berdarah, seperti yang digunakan oleh partai komunis di Uni Soviet.

Nehru menolak hal tersebut. Menurutnya, revolusi berdarah yang memakan ribuan korban tidak akan berhasil jika dilakukandi India. Itulah kenapa Nehru memilih jalan sosialisme demokratik yang lebih ramah. Berikut ini adalah poin-poin penting sosialisme demokratik versi Jawahahlal Nehru.

1. Mengganti Revolusi Sosialisme Dengan Pola Sosialis


Paham sosialisme adalah suatu keyakinan yang memusatkan faktor produksi, seperti tanah, pabrik-pabrik, ataupun pertambangan kepada rakyat. Artinya kepemilikan faktor produksi tidak boleh dikuasai oleh individu. Jika itu dalam bentuk negara, maka faktor produksi harus berada di tangan negara dan digunakan untuk kepentingan rakyat.

Sementara itu, untuk menguasai faktor produksi, beberapa kaum sosialis menggunakan cara-cara kasar yang berlangsung cepat, atau biasa disebut revolusi berdarah. Poin revolusi itulah tepatnya yang ditolak oleh Nehru.

Menurutnya penguasaan faktor produksi dapat dilakukan secara halus. Meskipun ia menganut paham sosialisme, Nehru menolak cara-cara yang digunakan oleh kaum sosialis. Yang menjadi perhatian Nehru justru pola-pola sosialisme-nya.

Nehru tetap berencana untuk menguasai faktor produksi, namun caranya bukan melalui revolusi. Cara yang dipilih Nehru adalah dengan membuat undang-undang yang mampu mensejahterakan rakyat. Selain itu, faktor-faktor produksi yang menentukan nasib banyak orang seperti minyak, gas, pertambangan, dsb. akan diakuisisi secara perlahan.

2. Nasionalisasi Faktor Produksi


Bentuk penguasaan faktor produksi menurut paham sosialisme-demokratik Nehru dapat dilakukan dengan nasionalisasi. Apa yang dimaksud nasionalisasi? Nasionalisasi adalah pembelian faktor produksi yang dilakukan dengan uang negara, atas nama negara, dan digunakan untuk kepentingan warga negara.

Ide ini muncul sebagai bentuk solusi dari perebutan paksa faktor-faktor produksi yang justru akan memakan banyak korban. Dengan adanya nasionalisasi ini kedua belah pihak akan merasa diuntungkan. Namun, proses nasionalisasi versi Nehru dilakukan dengan penangguhan faktor-faktor produksi terlebih dahulu.

3. Menghindari Kediktatoran


Berkaca dari peristiwa revolusi berdarah di Uni Soviet, Nehru menolak bentuk pemerintahan yang diktaktor. Menurutnya kebebasan individu juga penting untuk memupuk kreativitas. Nehru akhirnya menggabungkan pola-pola sosialisme dengan sistem demokrasi barat untuk mencapai tujuan ini. Atau yang bisa disebut sebagai sosialisme-demokratik.

4. Melalui Proses 5 Tahunan


Setelah menjabat sebagai Perdana Menteri India yang pertama, Nehru mulai melakukan apa yang disebutnya sebagai pembangunan berkala setiap 5 tahun. Sistem ini merupakan cerminan paham sosialisme-demokratik yang diimpi-impikan Nehru. Pembangunan di India, yang sebagian besar berupaya untuk melakukan penguatan ekonomi, dilakukan bertahap setiap 5 tahun.

Saat itu, ketika India baru saja merdeka pada tahun 1947, rencana pembangunan 5 tahun milik Nehru pertama kali ditujukan untuk sektor pertanian. Menurut Nehru sektor tersebut penting dan akan menjadi tulang punggung rakyat-rakyat kecil.

5. Penyelesaian Masalah Kultural


Terakhir, yang mencerminkan paham sosialisme-demokratik versi Jawahahlal Nehru adalah penyelesaian masalah-masalah kultural. Ya, sosialisme yang diinginkan Nehru bukan saja dalam bidang ekonomi melainkan juga gender, agama, kebudayaan, dan seni.

Untuk membangun masyarakat yang baik menurutnya diperlukan penyelesaian-penyelesaian masalah kultural. Hal tersebut dapat tercapai jika kondisi India tidak mengalami chaos yang identik dengan revolusi ala-ala kaum sosialis.
Share This :