-->
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM101

Sejarah Pemikiran Alam : Menyimpulkan Permenides dan Heraclitus [Empedokles]

21 Feb 2019
Sejarah Pemikiran Alam : Menyimpulkan Permenides dan Heraclitus [Empedokles]

KS.id – Permenides dan Heraclitus adalah dua tokoh yang berasal dari Yunani dengan pemikiran yang sangat berbeda.  Keduanya, termasuk dalam kelompok filsuf alam di luar Miletos (Pasca-Miletos.)  Baik Permenides ataupun Heraclitus memiliki pertanyaan, atau dalam buku Dunia Sophie disebut ‘proyek filsafat’ yang sama, yaitu proses alam.

Sudah menjadi keyakinan yang umum diterima oleh orang-orang Yunani saat itu bahwa terdapat sebuah dzat tunggal yang menjadi asal mula segala sesuatu.   Dzat tersebut diistilahkan oleh orang-orang Yunani sebagai fusis.  Tunggal dan menjadi titik awal perjalanan kehidupan di dunia.

Namun, seiring berjalannya waktu, pemikiran baru mengenai fusis mengalami perdebatan.   Masing-masing kubu dipengaruhi oleh Permenides di satu sisi, dan Heraclitus di sisi lainnya.

Dalam artikel sebelum ini saya sudah membahas mengenai pemikiran kedua tokoh tersebut.  Permenides adalah seorang tokoh yang yakin bahwa “Tidak ada perubahan faktual di dunia.”  Menurutnya, karena ‘segala sesuatu’ dimulai sari sebuah dzat yang sama, maka ‘segala sesuatu’ itu adalah dzat itu sendiri.

Sementara itu, Heraclitus berpendapat sebaliknya, bahwa “Segala sesuatu di dunia selalu berubah.”  Bahkan, perubahan yang diakibatkan pertentangan adalah ciri utama kehidupan.  Heraclitus sangat yakin, untuk menjaga kehidupan, serta membentuk kehidupan yang baru, perubahan harus selalu terjadi.

Lantas bagaimana kedua pemikiran yang bertentangan secara radikal tersebut dapat disimpulkan?  Nah, kali ini kita akan menyelami pemikiran tokoh lain yang juga berasal dari Yunani, namanya adalah Empedocles.  Proyek filsafat Empedocles tidak jauh berbeda dari kedua tokoh diatas.  Namun, yang mebedakan, akhirnya Empedocles mampu menyudahi kekacauan yang dibuat oleh Permenides dan Heraclitus.

Bagaimana kelengkapan pemikiran Empedocles? Berikut ini sedikit-banyak ulasannya yang saya dapatkan dari novel Dunia Sophie...

Pengantar


Empedokles lahir di Kota Akragas, salah satu wilayah Yunani yang berada di pulau Sisilia.  Masa hidupnya berkisar pada tahun 490 SM sampai 430 SM.

Menurut riwayat, Empedokles adalah sosok yang mencintai keselarasan hidup di dunia.  Baginya, kehidupan harus dijalani dengan menolong sesama dan menghindari pertentangan yang dapat menimbulkan kebencian diantara umat manusia.  Itulah alasan utama yang menyebabkan Empedokles pergi berkelana meninggalkan kota nya.

Sebelum pergi, Empedokles sempat diberi tawaran untuk menjadi raja dan memimpin Kota Akragas.  Hal tersebut dikarenakan sosoknya yang cukup berpengaruh dan dapat dibilang dihormati oleh orang-orang di kotanya.  Namun, tawaran tersebut ditolak karena ia merasa tidak cocok dengan kegaduhan politik di sana.

Empedokles kemudian pergi berkelana dengan profesi sebagai penyanyi.  Nyanyian yang dibawakannya memiliki tema kesucian.  Baginya, yang terpenting dalam hidup adalah mendapatkan perdamaian serta keselarasan.  Dengan nyanyian, ia berharap dapat menunjukkan jalan kebaikan pada ruh manusia.  Selain itu, ia juga belajar ilmu kesehatan yang membuatnya mampu menyembuhkan penyakit raga manusia.

Empedokles adalah salah seorang yang menerima ajaran mistik orfisisme.  Baginya, manusia adalah wujud Tuhan yang dijatuhkan dari langit akibat perbuatan dosa.  Tugas manusia tidak lain adalah menghapus dosa tersebut dengan berbuat kebaikan, hingga kembali ke wujud asal, yaitu Tuhan.

Namun, meskipun terpengaruh oleh ajaran mistik, pemikiran Empedokles masih mewarisi tradisi Yunani yang menghindarkan penjelasan irasional tentang terbentuknya alam.  Empedokles hanya mengambil sifat keselarasan dari ajaran mistik, dan membawanya pada alam pemikiran untuk menyimpulkan pertentangan pendapat antara Permenides dan Heraclitus.

Tidak ada riwayat yang menulliskan bahwa Empedocles pernah bertemu dengan Permenides ataupun Heraclitus.  Kemungkinan besar ia hanya mendapatkan informasi dari mulut ke mulut.  Begini kurang lebih isi pemikiran Empedokles...

Kesimpulan Empedokles Atas Proses Alam Semesta


Seluruh filsuf alam sebelum Empedocles, baik itu yang berasal dari Miletos, maupun pasca-Miletos berpendapat bahwa hanya ada ‘satu unsur’ yang membentuk dunia.  Itulah tepatnya yang ditolak oleh Empedocles.  Baginya, segala sesuatu di dunia ini terbentuk dari empat unsur dasar, yaitu: air, udara, api, dan tanah.

Empodocles secara jernih melihat bahwa yang menyebabkan pertentangan antara “segala sesuatu berubah” dan “segala sesuatu tidak berubah” adalah pendapat bahwa hanya ada satu unsur.

Masing-masing sisi dari pertentangan tersebut, bagi Empedocles, memiliki bagian benar dan bagian salah.  Kuncinya adalah melepas pendapat bahwa hanya ada satu unsur, dan menggantinya dengan empat unsur dasar: air, udara, api, dan tanah.

Satu unsur, air misalnya, tidak akan pernah bisa berubah menjadi ikan.  Dalam hal tersebut Permenides benar bahwa tidak ada yang benar-benar berubah.  Air tetaplah air.

Namun, di satu sisi Empedocles juga memiliki kepercayaan yang sama dengan Heraclitus bahwa kita harus mempercayai apa yang ditangkap oleh indera kita.   Bahwa segala sesuatu di alam berubah. Segala sesuatu mengalir.

Masing-masing Permenides dan Heraclitus memiliki argumen:

Permenides:

1. Segala sesuatu tidak berubah

2. Jangan percaya apa yang ditangkap oleh inderamu

Heraclitus:

1. Segala sesuatu berubah

2. Dengarkan apa kata inderamu

Dan kesimpulan yang dibuat oleh Empedocles adalah:

  1. Segala sesuatu tidak berubah, karena hakikatnya hanya ada 4 unsur di dunia, yaitu: air, udara, api, dan tanah
  2. Segala sesuatu berubah, dan perubahan tersebut adalah bersatunya keempat unsur tersebut.  Tiap-tiap mahluk merupakan gabungan keempat unsur dengan proporsi yang berbeda-beda.  Setelah itu, ketika kematian terjadi, keempat unsur tersebut kembali terurai.

Pendapat Empedocles mengenai 4 unsur pembentuk alam akhirnya mampu menyelesaikan perselisihan pendapat antara Permenides dan Heraclitus.  Dalam sebuah buku yang berjudul Alam Pikiran Yunani, Mohammad Hatta berpendapat bahwa ungkapkan Empedocles tersebut dipengaruhi oleh paham keselarasan dan kedamaian hidup yang dianutnya.  Empedoclas tidak begitu suka dengan pertentangan.

Ibarat seorang pelukis, ia membutuhkan beberapa warna dasar untuk menghasilkan pemandangan alam.  Ia tidak mungkin hanya memiliki warna biru, karena ia juga membutuhkan campuran kuning untuk menghasilkan hijau dan melukis pepohonan.  Begitu juga dengan para koki yang membutuhkan beragam bumbu untuk menghasilkan sepiring nasi goreng.

Jadi, inti pemikiran Empedocles adalah terdapat 4 unsur yang masing-masing dapat menyatu dan terurai kembali. Yang tetap adalah keempat unsur tersebut, dan yang berubah adalah penggabungan dan pemisahan keempat unsur tersebut.

Namun, kemajuan pikiran Empedocles dapat kita lihat ketika ia mengajukan adanya kekuatan yang menyatukan unsur-unsur alam.  Menurutnya, kekuatan tersebut adalah: cinta yang menyatukan, dan benci yang memisahkan.

Sampai saat ini, sains modern percaya kepada pemisahan tersebut.   Bahwa alam terdiri dari unsur-unsur yang berbeda dan disatukan oleh kekuatan-kekuatan alam yang beragam.

Jadi, lagi-lagi buah pikir Empedocles telah membawa akal manusia satu tingkat lebih maju melalui pemisahan antara ‘4 unsur alam’ dan ‘kekuatan pembentuk.’
Share This :