
Filsafat, atau sejarah pemikiran yang berkembang di Yunani kuno, awalnya adalah gagasan yang menentang kepercayaan dan dogma saat itu. Mereka―para filsuf Yunani―menolak penjelasan mistis atas penciptaan dunia. Mereka menolak bahwa “Dunia memang sudah ditakdirkan untuk ada.”
Mereka mencari sendiri kenapa dunia ini ‘ada.’ Darimana datangnya dunia? Lalu, bagaimana proses pembentukan dunia ini? Peralatan untuk menemukan jawaban-jawaban besar tersebut hanyalah akal dan indera mereka.
Sampai akhirnya mereka merumuskan bahwa segala sesuatu di dunia pasti berasal dari sesuatu. Tidak mungkin dunia bisa muncul jika dahulu kala, ruang dan waktu adalah kekosongan. Kekosongan tidak akan menciptakan apapun. Maka, orang-orang Yunani percaya akan adanya suatu dzat asal mula. Sebelum segala sesuatu ada, yang ada hanya dzat tersebut.
Begitulah kurang lebih pemikiran yang telah dicapai orang-orang Yunani sebelum Democritus. Pemikiran tersebut kemudian disempurnakan oleh Democritus sebagai penutup sejarah pemikiran alam Yunani. Seperti apa pemikiran Democritus? Langsung saja, begini pembahasannya...
Pengantar
Democritus dilahirkan di Abdera, salah satu wilayah Yunani yang ada di pantai Trasia, bagian Balkan. Masa hidupnya berkisar pada tahun 460 SM sampai 360 SM. Namanya termasyhur sebagai seorang ahli ilmu alam.
Menurut riwayat, Democritus adalah orang dengan pengetahuan paling banyak di zamannya. Ia menulis buku-buku tentang ilmu alam, ilmu tumbuh-tumbuhan, ilmu tabib, pengetahuan perang, etika, serta banyak yang lainnya. Democritus bahkan mengatakannya sendiri bahwa ia lebih suka menyelesaikan suatu soal matematik daripada menjadi raja Persia.
Baginya, ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang dicari terus-menerus, itulah sebabnya Democritus pergi merantau. Banyak negeri telah dilewatinya. Semuanya itu, semakin menambah terang otaknya serta menambah luas pandangan hisupnya.
Democritus adalah seorang murid dari Leukippos, ia mendapatkan pandangannya tentang a-tom dari gurunya tersebut. Sementara, Leukippos sendiri adalah murid Permenides.
Seperti apa pemikiran Democritus tentang a-tom? Yang jelas, a-tom dalam bahasa Yunani memiliki arti “tidak dapat dibagi.” Berikut ini ulasan lengkapnya...
Teori Atom dan Ruang hampa
Selayaknya filsuf alam, Democritus juga mempertanyakan hal-hal tentang alam semsta ini. Bagaimana alam semesta terbentuk? Bagaimana proses pembentukannya? Adalah pertanyaan-pertanyaan umum yang dimiliki para filsuf alam termasuk Democritus.
Ia mewarisi pemikiran gurunya, yaitu mengenai a-tom dan ruang hampa. Sudah menjadi hal yang biasa dipikirkan oleh para filsuf Yunani bahwa segala sesuatu yang tampak di dunia ini, pasti memiliki asal-usul. Segala sesuatu pasti dapat dibagi-bagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil, yaitu unsur-unsur yang menyusunnya.
Sebelum ini saya pernah menulis bahwa para ‘filsuf alam’ Yunani pernah memikirkan bahwa unsur pembentuk segala sesuatu (fusis) adalah salah satu dari air, udara, tanah, maupun api. Namun, dilain sisi, ada pula yang mengungkapkan bahwa unsur pembentuk segala sesuatu adalah keempat-empatnya.
Dimana posisi Democritus? Ia termasuk dalam pemikir yang menentang teori-teori sebelumnya. Menurutnya, pembentuk alam semesta bukanlah unsur-unsur tersebut. Pembentuk alam semesta, menurut Democritus, adalah a-tom, bagian terkecil dari segala sesuatu yang tidak dapat dibagi lagi.
Democritus percaya, seperti orang-orang Yunani lainnya, bahwa di satu titik, sesuatu pasti abadi dan selalu ada. Tidak mungkin dunia ini muncul dari ruangan kosong begitu saja. Maka, menurut Democritus, ada kekekalan pada titik tertentu, dan itu adalah atom.
Sebelum semuanya terbentuk, bagi Democritus yang ada di dunia ini hanyalah atom dan ruang hampa. Karena ada ruang hampa, atom secara terus menerus melakukan gerakan. Baginya, atom adalah bentuk ‘paling rapat’ yang bergerak mengisi ruang hampa.
Untuk menjelaskan teori tersebut Democritus menyebutkan 4 pokok penting:
- Pergerakan menghendaki ke wilayah-wilayah yang kosong, yaitu ruang hampa. Hal tersebut terjadi karena yang penuh tidak dapat lagi memuat yang lain di dalamnya.
- Suatu barang bisa mengembang dan memadat jika terdapat ruang hampa diantaranya.
- Hidup bergerak dari kecil menjadi besar karena atom-atom makanan dapat masuk ke dalam tubuh dan mengisi rung hampa yang ada di sana.
- Jika dimasukkan abu ke dalam sebuah gelas yang terisi penuh oleh air, maka tumpahan air yang keluar dari gelas tersebut tidak sebanyak abu yang dimasukkan. Itu membuktikan bahwa terdapat ruang hampa dalam setiap barang yang dimasuki barang lain.
Begitulah menurut Democritus yang terjadi di alam semesta ini hanyalah pergerakan atom yang terus-menerus mengisi ruang hampa. Baginya, atom memiliki semacam kait dan mata kait yang membuat mereka dapat menjadi satu.
Dalam novel Dunia Sophie, Jostein Gaarder memisalkan masalah atom ini bagaikan lego. Lego bentuknya cukup kecil dan dialah bagian terkecil yang tidak dapat dibagi lagi. Potongan lego dapat kamu susun menjadi mobil hari ini, juga potongan yang sama dapat menjadi sebuah gedung keesokan harinya. Begitulah prinsip atom.
Hal tersebut dapat terjadi karena atom―seperti lego―memiliki ‘kait’ dan ‘mata kait’ yang membuatnya fleksibel dan dapat menyatu dengan atom lain. Selain itu, atom juga kekal seperti lego. Puluhan tahun lagi orang-orang masih bisa memainkan lego yang sama, begitu juga atom yang sama dapat bergerak membentuk sesuatu yang lain.
Menurut Democritus, ketika manusia, tumbuhan, atau hewan mati, atom-atom yang berasal dari tubuhnnya akan terurai dan kembali bergerak mengisi ruang hampa. Yang kekal di dunia ini hanyalah atom-atom tersebut. Sebuah atom dari Tyranosaurus mungkin saja adalah atom yang membentuk ujung hidungmu sampai hari ini. Begitulah kemungkinan kehidupan menurut Democritus.
Menarik dicatat bahwa Democritus adalah pelopor paham Materialisme dalam filsafat. Apa yang dimaksud dengan materialisme? Materialisme adalah suatu keyakinan bahwa di dunia ini tidak ada sesuatu yang lain selain materi, wujud, bentuk. Tidak ada kekuatan apapun, hanya materi yang digerakkan secara tak beraturan dan mengisi ruang hampa.
Democritus bahkan percaya bahwa jiwa ataupun nyawa manusia berwujud materi yang sangat halus. Menurutnya, dalam udara yang kita hirup, terdapat atom-atom jiwa. Itulah kenapa ketika kita berhenti bernafas kita akan mati.
Begitupula atom cinta, atom sedih, atom kemarahan, adalah materi-materi yang mengisi kekosongan di tubuh kita. Tidak ada yang namanya ruh. Semuanya hanyalah susunan materi yang bagian terkecilnya adalah atom. Semuanya bergerak secara acak, tidak ada kekuatan yang mengatur.
Paham ini disebut juga paham mekanistis. Yaitu segala sesuatu di dunia ini tersistem dengan acak. Namun bukan berarti berantakan, hanya saja tiap-tiap partikel atom mengatur dirinya masing-masing. Tidak ada kekuatan yang mampu mengatur pergerakan di luar atom untuk mengisi ruang-ruang hampa.
Share This :
comment 0 Komentar
more_vert