![]() |
"Raja Datu Tuan begitu sedih karena keinginannya untuk memiliki anak tak kunjung terkabulkan..."
Seperti biasa, kami ingin membagikan sedikit informasi mengenai sejarah gunung-gunung di Indonesia nih! Kali ini yang akan kami bahas adalah Gunung Rinjani. Gunung yang satu ini pasti tidak lagi asing bagi sebagian pembaca.
Ya, memang gunung yang satu ini telah terkenal dengan keindahannya bahkan sampai ke mancanegara. Ditambah, jika kamu mengunjunginya, kamu juga akan menikmati keindahan pulau lombok yang sangat terkenal!
Oke kalau begitu langsung saja simak pembahasan kami dalam artikel di bawah ini yaa...
LOKASI
Gunung Rinjani terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, tepatnya gunung ini termasuk dalam wilayah administratif tiga kabupaten yaitu: Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat. Puncak Gunung Rinjani merupakan salah satu spot terfavorit bagi para pendaki. Selain itu, wilayah gunung yang satu ini berada dibawah tanggung jawab ‘Taman Nasional Gunung Rinjani’ yang memiliki luas sebesar 41.330 ha (hektar.)
Gunung Rinjani memiliki ketinggian 3.726 Meter Diatas Permukaan Laut (MDPL) dan menjadi gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia. Jika kamu mencapai puncak Gunung Rinjani, kamu akan disuguhkan sebuah pemandangan yang luar biasa, yaitu sebagian besar Pulau Lombok bagian utara. Pendakian Gunung Rinjani umumnya akan ramai pada bulan Juli s/d Agustus untuk merayakan kemerdekaan Indonesia.
Untuk mencapai puncak Gunung Rinjani kamu dapat melalui rute Sembalun kemudian mengakhiri perjalanan dengan melalui rute Senaru. Rute yang cenderung mendatar tersebut telah umum dipakai oleh para pendaki, dikarenakan, rute tersebut dapat menghemat sampai 700 meter ketinggian.
SEJARAH
Gunung Rinjani merupakan salah satu gunung di Sulawesi Utara yang terbentuk pada masa Kuartener. Apa itu masa Kuartener? Periode Kuartener / masa kuartener adalah sebutan untuk periode tarakhir zaman kenozoikum dalam skala waktu geologi. Periode ini berlangsung sekitar 5.000 tahun yang lalu dan banyak membentuk penampakan alam yang ada di bumi hingga saat ini.
Letusan Gunung Rinjani tercatat terjadi pertama kali pada tahun 1846. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dalam rentang waktu 1846-2009, telah terjadi letusan sebanyak 11 kali yang beral dari Gunung Rinjani. Sampai saat ini letusan Gunung Rinjani terakhir kali terjadi pada November 2015.
LEGENDA
Pada suatu hari di Pulau Lombok pernah berdiri sebuah kerajaan yang makmur. Pemimpin kerajaan tersebut adalah Raja Datu Tuan dan permaisurinya yang bernama Ratu Dewi Mas. Namun, ada satu masalah yang menghinggapi keluarga kerajaan meskipun wilayahnya makmur, masalah tersebut adalah sang raja yang tidak kunjung mendapatkan seorang anak.
Raja Datu Tuan begitu sedih karena keinginannya untuk memiliki anak tak kunjung terkabulkan. Begitupun sang istri, Ratu Dewi Mas, ia merasa bersalah karena anak yang didamba-dambakan oleh suaminya tak kunjung keluar dari rahimnya. Akhirnya, kedua mempelai itu memutuskan untuk mencari seorang wanita yang bisa memberikan keturunan, meskipun Ratu Dewi Mas harus menangis darah, ia tetap tabah menerima.
Waktu berlalu, Raja Datu Tuan telah memilih seorang permaisuri baru untuk melanjutkan keturunannya. Wanita itu bernama Sunggar Tutul, seorang puteri dari Patih Aur. Sunggar Tutul adalah seorang wanita paruh baya yang begitu cantik, kedatangannya ke dalam istana membuat sang raja lebih bahagia.
Semenjak pernikahan nya yang kedua, Raja Datu Tuan mulai mengurangi perhatiannya kepada Dewi Mas, istri pertamanya. Ia selalu saja disibukkan dengan berbagai urusan yang menyangkut dengan Sunggar Tutul, sang istri muda. Sampai akhirnya, harapan sang raja dari istri pertamanya pun terkabul, Dewi Mas akhirnya mengandung anak mereka.
Namun, ternyata kondisi tersebut tidak disukai oleh Sunggar Tutul, ia takut kelak akan dibuang oleh sang raja karena istri pertamanya telah hamil. Permaisuri muda itu akhirnya memfitnah kehamilan Dewi Mas sebagai buah dari perbuatan haram yang dilakukan bersama pemuda bernama Lok Deos.
Termakan oleh fitnah, Raja Datu Tuan menjadi marah besar dan mengusir Dewi Mas ke sebuah gili. Ia pun melahirkan anaknya di sebuah rumah sederhana pemberian pasukan kerajaan. Tanpa diduga, kedua anak yang terlahir dari rahim Dewi Mas ternyata sakti, anak laki-lakinya terlahir dengan sebuah keris, sementara anak perempuan dengan sebuah anak panah.
Anak laki-laki dari Dewi Mas diberi nama Raden Nuna Putra Janjak dan anak perempuannya diberi nama Dewi Rinjani. Ketika sang putera laki-laki telah beranjak dewasa, ia memutuskan untuk pergi ke kerajaan ayahnya. Ia ingin membalaskan kesedihan ibunya dan menyerang kerajaan.
Dengan kesaktian dan keris miliknya, Raden Nuna Putra Janjak akhirnya berhasil mengalahkan seluruh tentara kerajaan. Ia meminta untuk dipanggilkan Raja Datu Tuan setelah menghancurkan pasukan keamanan istana. Raja Datu Tuan pun memutuskan menemuinya dan menyesal karena telah mengusir Dewi Mas.
Keluarga yang terbuang itu akhirnya kembali ke istana bersama-sama. Dewi Mas tidak menyimpan dendam kepada Sunggar Tutul, mereka semua hidup rukun di dalam istana. Sampai tiba saatnya, akhirnya putera Dewi Mas menggantikan tahta ayahnya, puteranya telah tumbuh menjadi seorang pria yang baik dan bijaksana.
Raja Datu Tuan yang telah turun tahta memutuskan untuk menyendiri dan bertapa di bukit. Ia mengajak putri Dewi Mas yang bernama Dewi Rinjani untuk bertapa bersamanya, ajakan itupun diterima. Akhirnya, hingga kini, bukit tempat mereka bertapa dikenal sebagai ‘Gunung Rinjani.
Baca juga : Asal-Usul Gunung Kerinci
’
Nah begitulah sedikit informasi yang dapat kami sampaikan mengenai Gunung Rinjani. Semoga informasi ini akan menambah pengetahuan mu yaa..
Salam Sejarah!
Share This :
comment 0 Komentar
more_vert