-->
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM101

5 Pengalaman Penting SBMPTN 2018

13 Feb 2019
5 Pengalaman Penting SBMPTN 2018

KS.id – Pengalaman adalah guru yang paling berharga, begitu kata orang-orang. Begitupun dengan pengalaman sebagai peserta SBMPTN tahun 2018. Pengalaman tersebut cukup memberi banyak hal kepada saya saat itu, terutama masalah mental.

Ujian masuk perguruan tinggi bagi banyak siswa yang telah menyelesaikan masa sekolah menengah (SMA) terasa begitu penting. Disatu sisi, sebagai seorang pemuda, tentu kita ingin meraih cita-cita setinggi langit. Namun, disisi yang lain, hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab kita kepada orang tua.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) adalah incaran utama bagi banyak siswa. Selain kualitasnya yang telah banyak meluluskan sarjana handal, masalah gengsi juga menjadi daya tarik bagi siswa-siswi yang baru saja lulus SMA.

Nah, untuk dapat memasuki jenjang pendidikan tinggi di universitas negeri, terdapat banyak jalur yang dapat dimanfaatkan. Dua diantaranya, yang juga menjadi incaran para siswa adalah SNMPTN dan SBMPTN.

Kali ini saya akan berbagi sedikit pengalaman saya mengenai SBMPTN 2018 yang tahun lalu telah saya lewati. Semoga pengalaman ini dapat berguna untuk teman-teman yang mengikuti SBMPTN di tahun 2019, meskipun sistemnya sudah cukup berbeda.

1. Perhatikan Waktu


Hal pertama yang saya dapatkan dari pengalaman SBMPTN 2018 adalah masalah waktu. Harus diakui bahwa cukup sulit untuk memaksimalkan waktu ketika kita tengah berada di dalam ruang ujian. Disana kita cenderung untuk tergesa-gesa atau malah terlena dengan waktu.

Sering kali kita terlalu sibuk mengerjakan dan lupa melihat waktu. Apalagi segala bentuk peralatan selain pensil dan penghapus harus dimasukkan ke dalam tas.

Bayangkan saja, saat itu, saya menjalani SBMPTN di salah satu ruangan Universitas Negeri Surabaya yang cukup besar, serta memiliki cat berwarna putih pada seluruh dindingnya. Tidak ada satupun jam dinding. Yang bisa saya lakukan di kursi kecil ala kursi-kuliah-standar hanyalah mengira-ngira.

Intinya adalah jangan tergesa-gesa. Tapi juga jangan terlalu lama dalam mengerjakan waktu. Perhatikan waktu pengerjaan soal SBMPTN semaksimal mungkin.

2. Tidak Boleh Banyak Berpikir


Sebelum menjalani SBMPTN 2018, saya sering mendapat petuah dari guru dan teman-teman bahwa saya harus berhati-hati mengarsir lembar jawaban. Sbeban tersebut akhirnya terbawa sampai ke dalam ruang ujian. Apalagi, nama saya termasuk cukup panjang untuk dituliskan.

Dan kamu tahu, itulah salah satu kesalahan saya saat itu. Dalam ruang ujian masalah salah mengarsir, lembarjawaban rusak, ataupun tercoret adalah masalah kecil. Kamu tidak perlu terlalu memikirkan hal tersebut.

Bayangkan saja, kamu sedang duduk untuk mengikuti ujian tingkat nasional. Ya, tingkat nasional! Jangan takut dengan kualitas kertas lembar jawaban. Jika dibandingkan dengan kertas-kertas ujian ‘tryout’ tentu saja kertas ujian SBMPTN 2018 saat itu jauh lebih baik.

Itulah kenapa ketika sudah memasuki ruangan ujian, kamu tidak boleh banyak berpikir. Fokuslah pada materi-materi yang telah dipelajari.

3. Pastikan Mengetahui Kursi Ujian


Dulu saat SBMPTN 2018, banyak tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan ujian. Tentu saja sebagian besar tempatnya adalah universitas-universitas terdekat yang ada di Kota mu. Sebuah universitas yang besarnya jauh dari gedung-gedung SMA.

Pengalaman mengikuti SBMPTN 2018 membuat saya mempelajari satu hal, yaitu: Penting untuk mengetahui kursi ujian. Ya, universitas tempatmu melakukan ujian SBMPTN adalah wilayah yang sangat besar. Selain terdapat begitu banyak ruangan, juga terdapat begitu banyak kursi yang mengisi ruangan-ruangan tersebut, pastikan kamu mengetahui posisimu.

Kamu dapat mengetahui tempat ujian dan nomer peserta setelah mendaftar online SBMPTN di website resminya. Ketika itu, pengalaman yang saya dapatkan, kamu bisa memilih lokasi ujian sesuai pilihan universitas yang kamu tuju.

Setelah mengetahui lokasi ujian, usahakan untuk melakukan survei ke tempat tersebut. Baik itu universitas ataupun tempat lain yang dipilih sebagai lokasi ujianmu, datangilah tempat tersebut. Sebuah pengalaman berharga telah saya dapatkan, denganmelakukan survei tempat, kamu dapat meminimalisir kemungkinan buruk seperti kemacetan, kurangnya lapangan parkir, antri, dan dapat langsung menuju lokasi ujian.

Selain itu, biasanya beberapa hari sebelum SBMPTN dilaksanakan, tempat-tempat pelaksanaan SBMPTN akan membuka diri, dalam artian mereka memperbolehkan kunjungan hingga ke dalam ruangan ujian. Manfaatkanlah kesempatan tersebut untuk mengetahui lokasi pasti kursi ujianmu, agar kamu tidak kebingungan nantinya.

4. Maksimalkan Waktu Belajar Sebelum Terlambat


Ujian SBMPTN adalah perang buat saya saat itu. Segala persiapan telah saya lakukan untuk memaksimalkan hasil SBMPTN saya waktu itu. Tapi tahukah kamu, berdasarkan pengalaman saya tahun lalu, sebenarnya tidak ada persiapan lebih baik daripada memaksimalkan waktu belajar.

Ya, waktu belajar adalah senjata utama para peserta SBMPTN menurut saya. Karena ibarat peperangan, dengan waktu belajar yang maksiamal, kamu dapat mempersiapkan beragam senjata, baik itu senapan, bom, pisau, maupun pedang.

Tentu saja senjata untuk menaklukkan SBMPTN adalah materi-materi yang diujikan. Dulu saya merasa hanya menguasai satu mata pelajaran saja, yaitu sosiologi. Namun, dengan meluangkan waktu belajar yang cukup banyak, saya dapat menambah senjata andalan lain, seperti: Test Potensi Akademik (TPA), Bahasa Inggris, Ekonomi, Sejarah, dsb.



Itulah sedikit pengalaman yang bisa saya bagikan dari SBMPTN 2018, semoga artikel yang satu ini dapat membantu kamu untuk menghadapi ujian masuk perguruan tinggi ya...
Share This :