![[SEJARAH] Kepemilikan Aset Pertama Garuda Indonesia [SEJARAH] Kepemilikan Aset Pertama Garuda Indonesia](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9_fSRD6UooYtkAgCkx4o3j0kgOtEhHjPm0sTk9wkyK7qDcRCS5bNvIvuGJjs4g1Fg6MeeI1w8SPTr924njrJzWvu-QAyww6BjL7AuFxAwmSZ1MyHkq3fX78Vi_IDSwgKqLFNthIeZZA4d/s640/aset+GIA.jpg)
Setidaknya, dengan aset yang minim, Garuda Indonesia telah mampu untuk beroperasi sangat baik...
KS.id – Aset adalah hal terpenting bagi suatu perusahaan. Tanpa adanya aset yang menunjang operasional, tidak mungkin sebuah perusahaan berjalan dengan baik. Begitupun dengan perusahaan Garuda Indonesia yang merupakan hasil nasionalisasi perusahaan penerbangan kolonial, seperti yang telah kami bahas sebelumnya.
Aset sendiri dalam KBBI memiliki arti sesuatu yang mempunyai nilai tukar atau modal; kekayaan. Melalui kepemilikan aset, perusahaan mampu bekerja sesuai bidangnya. Seperti Garuda Indonesia misalnya, mereka tentu saja memiliki aset-aset terkait dunia penerbangan seperti pesawat. Tapi apa saja sebenarnya aset yang dimiliki Garuda Indonesia sejak berhasil dinasionalisasi? Bagaimana aset tersebut dapat menjadi milik Indonesia?
Baca juga : Asal-Usul Garuda Indonesia
Aset Awal Perusahaan Gabungan
NV.Garuda Indonesia Airways (GIA) adalah bentuk pertama dari hasil nasionalisasi dunia penerbangan sipil dari tangan Belanda. Saat itu, perusahaan tersebut merupakan hasil patungan modal dari pemerintah Indonesia dan perusahaan penerbangan Belanda. Secara politik, penguasaan aset-aset strategis (penerbangan sipil) menjadi cara pemerintah Indonesia saat itu untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi nasional.
Aset apa saja yang dimiliki ketika perusahaan patungan NV.Garuda Indonesia Airways baru saja dibentuk? Mulanya aset perusahaan penerbangan tersebut berupa: 26 unit pesawat siap terbang, 52 unit mesin pesawat cadangan, mess pegawai, serta sejumlah kendaraan operasional untuk pegawai. Berikut ini adalah data yang kami olah dalam bentuk tabel.
No.
|
Nama
|
Jumlah
|
Keterangan
|
1.
|
Pesawat terbang
|
26 Unit
|
11 unit DC-3 Dakota
12 unit pesawat kargo
3 unit Catalina
|
2.
|
Suku cadang mesin
|
52 Unit
|
|
3.
|
Mess pegawai
|
1 Unit
|
Terletak di Bukit Duri, Jakarta Selatan
|
4.
|
Kendaraan Operasional
|
-
|
Digunakan untuk akomodasi kegiatan
|
Sementara menilik fakta sejarah dari Garuda Indonesia, kabar terbaru yang diungkap oleh Direktur Keuangan & Manajemen resiko Garuda Indonesia, Helmi Imam Satriyono menyatakan bahwa Garuda Indonesia telah memiliki program terbaru yaitu "SKY BEYOND 3.5" yang menargetkan keuntungan USD 3.5 Miliar pada tahun 2020. Ini artinya, perusahaan Garuda Indonesia telah menjadi cukup besar sampai 2019 ini sejak awal berdiri. Namun tetap saja tiada gading yang tak retak, melansir dari tirto.id, bahwa kuartal pertama 2018 Garuda Indonesia telah mengalami kerugian akibat naiknya harga minyak dunia. Informasi selengkapnya dapat kamu baca di bagian sumber.
Baca Juga : Sejarah Perpindahan Saham Garuda Indonesia
Begitulah keadaan perusahaan penerbangan pertama di Indonesia saat pertama kali dibentuk. Setidaknya, dengan aset yang minim, Garuda Indonesia telah mampu untuk beroperasi sangat baik. Itulah sedikit informasi yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat!
Sumber
- Wicaksono, D. A. (2016). Nasionalisasi Garuda Indonesia, 1950—1958. Lembaran Sejarah , 12, 109-131.
Share This :
comment 0 Komentar
more_vert