
Minder hanya akan menambah beban pikiranmu menjelang SBMPTN...
KS.id – Menghadapi SBMPTN adalah salah satu hal terberat yang harus dilewati setelah lulus SMA. Banyak dari kita akan merasakan tekanan dalam berbagai hal, bahkan sebelum menghadapi SBMPTN. Sebelum ini kami telah membahas bagaimana bisa kita mengatasi tekanan kultural menjelang SBMPTN.
Nah, dalam artikel kali ini, seperti yang pernah kami janjikan sebelumnya, kami akan membahas mengenai tekanan secara struktural. Selain tekanan kultural yang memang sebuah realitas tak terhindarkan, kita biasanya juga akan mengalami tekanan struktural. Nah, buat kamu yang sebentar lagi menghadapi SBMPTN, artikel ini mungkin akan bermanfaat sebagai strategi.
Apa itu tekanan secara struktural? Tekanan struktural adalah faktor-faktor yang akan membebani kita karena menjadi suatu bagian dari struktur. Yang dimaksudkan struktur adalah sebuah susunan yang terikat dengan sistem. Contohnya adalah sekolah, keluarga, kekerabatan, Lingkungan, lembaga, dsb.
Kita perlu mengenali bahwa kita adalah bagian dari suatu struktur. Karena, dengan mengenal posisi kita, kita akan lebih mudah untuk bergerak serta mengoptimalkan potensi yang kita miliki. Kamu yang sekarang ini masih dalam struktur pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan ingin melanjutkan menuju struktur universitas (sebagai mahasiswa) juga harus mampu membaca situasi.
Terlebih sekarang ini kamu harus dihadapkan dengan ujian masuk atau salah satu yang populer adalah SBMPTN. Sudah siapkah kamu untuk menghadapi SBMPTN? Siap tidak siap hal itu harus kam lewati dengan sebaik mungkin. Untuk itu disini kami igin memberikan solusi terkait tekanan yang kamu alami menjelang SBMPTN, langsung saja check it out!
Persyaratan Ujian
Tekanan pertama yang akan menunggumu adalah persyaratan SBMPTN. Mengapa persyaratan SBMPTN termasuk dalam tekanan struktural? Karena SBMPTN sendiri merupakan suatu sistem untuk memasuki perguruan tinggi negeri yang memiliki wujud struktural. Bagaimana bisa? Sederhananya, SBMPTN memiliki struktur berupa: peserta ujian, pengawas, petugas administrasi, sampai petugas-petugas sekolah yang membantu.
Didalam struktur SBMPTN posisimu adalah sebagai peserta. Maka ada suatu ketentuan yang harus kamu penuhi berdasarkan posisimu didalam struktur ini yaitu: Persyaratan Ujian. Persyaratan ujian memang terkesan ringan dan seringkali diremehkan oleh peserta, tapi tahukah kamu bahwa ada banyak sekali peserta SBMPTN yang kebingungan soal persyaratan? Ya, bahkan kebingungan itu terbawa sampai lokasi ujian.
Nah, itulah kenapa persyaratan ujian (SBMPTN) bahkan sampai menimbulkan tekanan bagi peserta-pesertanya. Terlebih posisimu yang telah menginjak kelas 12 SMA akan disibukkan dengan urusan-urusan sekolah, seperti UAS, ujian praktek, bimbel, try out, dsb. Disini akan kami berikan beberapa tips untuk kamu agar bisa mengatasi tekanan terkait persyaratan ujian.
Pertama sering-seringlah untuk mengecek situs resmi SBMPTN, untuk tahun 2019 situsnya dapat kamu akses disini. Fungsi dari pengecekan rutin adalah agar kamu tidak ketinggalan update informasi. Selain itu, seringkali keterangan terkait persyaratan SBMPTN berubah-ubah bahkan dalam kurung waktu singkat.
Kedua usahakan untuk menyimpan / menandai informasi terpenting terkait persyaratan SBMPTN. Bahkan kalau bisa kamu harus mengeprint informasi tersebut. Kenapa harus demikian? Ponsel ataupun laptop akan sering kamu gunakan untuk mengerjakan tugas ataupun belajar saat kelas 12. Dengan menyimpan informasi tersebut, kamu akan terhindar dari salah-info dan kebingungan.
Ketiga berkonsultasilah kepada guru BK di sekolahmu. Mau tidak mau dalam sebuah struktur bernama ‘sekolah’ informasi mengenai SBMPTN banyak terdapat di guru BK. Usahakan untuk menjalin komunikasi yang baik dengan guru BK di sekolahmu, mengingat betapa pentingnya jasa mereka. Untuk kamu yang belum kelas 12, mulailah sedini mungkin untuk konsultasi.
Baca Juga : Kenapa Manusia Belajar Sejarah?
Baca Juga : Kenapa Manusia Belajar Sejarah?
Biaya Pendidikan
Kamu mungkin telah cukup siap untuk menghadapi SBMPTN, namun, masalah yang satu ini sering menjadi beban tersendiri. Mungkin kamu adalah salah satu murid yang kurang mampu dibandingkan dengan yang lain, atau kamu sekedar tidak ingin merepotkan orang tua. Apapun itu, masalah biaya pendidikan sering kali membuatmu terbebani.
Tidak dapat kita pungkiri bahwa di Indonesia sendiri pendidikan masih tergolong mahal dan tidak merata. Terlebih, jika kamu ingin mengikuti SBMPTN, ada biaya pendaftaran yang memang tidak sedikit jumlahnya. Untuk itu kamu harus mempersiapkan diri sebaik mungkin. Berikut ini beberapa cara untuk mengatasi tekanan biaya pendidikan menjelang SBMPTN.
Pertama berusahalah untuk tidak merasa rendah diri atau minder, terutama untuk kamu yang masih belum memiliki biaya atau penghasilan. Minder hanya akan menambah beban pikiranmu menjelang SBMPTN. Satu kepercayaan harus kamu rengkuh, bahwa selalu ada jalan bagi keinginan yang kuat, ingatlah bahwa Tuhan maha adil terhadap mereka yang bersungguh-sungguh. Selain itu, cobalah untuk mengikuti program bidikmisi.
Kedua jika itu memang mengharuskan bagimu untuk membuat pengeluaran uang, maka berusahalah untuk menabung. Cobalah untuk sedikit berjuang demi meraih apa yang kamu cita-citakan. Meskipun nantinya uang hasil tabunganmu tidak mencukupi karena waktu yang terbatas, setidaknya kamu membantu meringankan beban biayanya. Dan tahukah kamu, perasaan kemenangan yang paling indah justru hadir setelah proses banting tulang yang tiada henti.
Lalu jika kamu telah memiliki sejumlah tabungan uang, maka jangan ragu untuk mengeluarkan uang tersebut. Ini adalah hal yang penting untuk kamu ingat, menimbang-nimbang untuk mengeluarkan uang akan membuatmu semakin stress dan tidak fokus kepada materi SBMPTN. Berusahalah untuk yakin terhadap pilihanmu, bahwa Tuhan telah mempersiapkan hal baik dalam pilihan tersebut.
Ketiga lakukanlah komunikasi dengan orang tua. Jangan pernah menanggung beban berpikir tanpa menceritakannya kepada orang tua, meskipun hal yang akan kamu lakukan adalah baik. Kamu harus menceritakan bagaimana beban biaya yang harus kamu tanggung untuk SBMPTN serta pendidikan tinggi. Komunikasi yang harmonis dengan orang tua akan membuatmu merasa lega, dan jangan lupa bahwa doa orang tua juga akan memberimu semangat.
Tekanan Lingkungan
Kamu adalah seorang individu yang unik ditengah beragam individu yang lain. Hal itu akan membuatmu terus beradaptasi dengan lingkungan sekitarmu. Begitupun ketika ujian SBMPTN menjelang, kamu akan melakukan penyesuaian lagi terhadap lingkunganmu.
Bagaimana bisa kamu harus menyesuaikan diri lagi? Ada banyak faktor yang akan membuatmu menjadi individu yang berbeda menjelang SBMPTN. Diantaranya adalah:
1) Kamu akan disibukkan dengan jadwal kegiatan belajar;
2) Kamu menjadi sulit untuk dihubungi;
3) Kamu mulai dianggap dewasa;
4) Mungkin lingkunganmu tidak merestui untuk lanjut kuliah;
5) Dll.
Tekanan-tekanan ini muncul seiring dengan ujian SBMPTN yang semakin dekat hingga mencapai hari-H. Tekanan seperti ini termasuk dalam tekanan struktural karena posisimu ditengah struktur lingkungan. Kamu adalah warga, teman, kerabat, atau mungkin tokoh terhormat dalam hubungan antar manusia yang terjalin di lingkunganmu.
Perubahan-perubahan kecil yang mungkin telah disebutkan diatas secara tidak langsung akan mengganggu performamu dalam menghadapi SBMPTN. Untuk itu perlu beberapa langkah jitu untuk menghadapi berbagai tekanan yang datang dari lingkungan sekitar. Seperti apa langkah-langkah yang perlu?
Pertama terbiasalah dengan dianggap dewasa. Ini adalah hal yang cukup penting sebelum kamu menginjak dunia universitas. Apa yang dimaksud dewasa? Dewasa bisa bermakna macam-macam bagi setiap orang. Namun, paling tidak jadilah siap untuk mengatasi masalahmu sendiri dan lakukan sesuatu untuk lingkunganmu. Karena, kehadiranmu disana telah diharapkan sebagai pemuda yang melanjutkan kebudayaan setempat.
Kedua bangunlah produk self-branding untuk mengenalkan jati diri. Masa akhir SMA akan membuatmu dilihat sebagai pribadi yang siap terjun ke masyarakat. Oleh karena itu, siapkanlah untuk melakukan sesuatu terkait self-branding.
Apa itu self-branding? Self-branding memiliki arti mempromosikan diri, atau biasa diketahui sebagai mengenalkan nilai jual kita. Kenapa hal tersebut penting? Masa yang kamu hadapi akan penuh gejolak, dengan memantapkan jati diri, kamu tidak akan mudah dirubah oleh lingkunganmu.
Lingkungan memang berpotensi besar untuk mengganggumu sebelum SBMPTN. Apalagi jika kamu dihadapkan dengan pilihan dilematis antara kuliah atau tidak. Oleh sebab itu, usahakan untuk berani berbicara dengan lingkungan sekitar mengenai hobimu, hal yang kamu sukai, agar meraka tidak lagi mengutik masalah SBMPTN-mu.
Baca Juga : Asal-Usul Prostitusi
Baca Juga : Asal-Usul Prostitusi
Sekian sekelumit informasi yang dapat kami sampaikan terkait tekanan struktural. Harapan kami tentu saja agar kamu lebih siap untuk menghadapi SBMPTN. Jumpa lagi lain waktu!
Share This :
comment 0 Komentar
more_vert