KS.id – Ngapain aja sih kuliah? Apa aja yang dipelajari? Aku minat ini-itu tapi apa jurusan nya sesuai? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu pasti menghantui ketika ingin memilih jurusan kuliah. Sebelum datang saatnya untuk memilih, ada baiknya memang untuk mengenali jurusan yang kamu minati. Agar nanti jika telah lolos seleksi kamu tidak menyesal.
Nah, untuk kamu yang ingin mengenali jurusan ilmu sejarah boleh banget nih membaca artikel ini. Apa sih ilmu sejarah itu? sederhananya adalah ilmu yang mempelajari tentang masa lalu. Eits, tapi taraf keilmuannya tentu saja berbeda dengan masa SMA ya. Di bangku perkuliahan fokus jurusan ilmu sejarah bukan hanya membaca lagi, tapi juga menulis sejarah.
Penulisan
Tulisan bagaikan nyawa bagi ilmu sejarah. Bahkan sejarah sendiri dinyatakan 'ada' setelah ditemukannya tulisan. Sebelum ada tulisan? Itu namanya pra-sejarah atau masa sebelum sejarah. Sejarah dan tulisan melekat satu sama lain.
Mungkin kamu sudah mengenal sedikit proses penulisan sejarah saat SMA seperti: heuristik, kritik sumber, hingga menjadi bentuk tulisan. Nah, jurusan ilmu sejarah akan banyak berkutik dengan hal-hal tersebut. Penulisan sejarah yang baik.
Kamu akan diajarkan bagaimana menulis yang baik dengan sumber yang jelas. Penulisan sejarah memang cenderung subjektif. Tapi tetap saja, sebagai sebuah 'ilmu', penulisannya tunduk pada metode-metode ilmiah. Sumber data dan gaya bahasa yang baik sangat penting disini.
Jurusan ilmu sejarah cocok sekali dengan orang yang hobi menulis. Atau malah bercita-cita sebagai seorang penulis. Karena di jurusan ini, penulisannya tidak terbatas pada makalah saja. Sejarah dapat ditulis dalam bentuk fiksi naratif. Kamu juga akan menemukan kisah-kisah menarik dalam sejarah. Setidaknya sambil menyelam minum air lah.
Diakronis
Sejarah adalah keilmuan yang memiliki sifat diakronis atau menyeluruh. Diakronis sendiri diambil dari bahasa yunani yaitu 'dia' dan 'khronos.' 'Dia' memiliki arti melalui atau melewati, dan 'khronos' artinya waktu. Jadi, diakronis adalah melalui waktu. Maksudnya apa? Sejarah adalah keilmuan yang sangat memperhatikan tata urutan waktu. Sangat detail terhadap sesuatu seperti 'sebab-akibat.'
Oleh karena itu, sifatnya menyeluruh. Sejarah menelusuri keseluruhan yang perlu ditelusuri untuk membuktikan peristiwa masa lalu. Hari ini bisa jadi adalah akibat dari kemarin, begitu juga hari ini mungkin akan menjadi penyebab hari esok.
Karena sifat yang menyeluruh itu, kamu akan menemukan jutaan ilmu di jurusan ilmu sejarah. Tentu saja kamu dapat mengambil yang kamu butuhkan dan kamu minati. Bisa dikatakan ilmu sejarah adalah ilmu yang serakah hehe... Karena kamu akan mempelajari semuanya di dalam sejarah. Tapi secara ilmiah, itu sebenarnya karena sifat keilmuan sejarah yang diakronis tadi.
Jadi jurusan ini akan sangat cocok buat kamu yang selalu ingin tahu lebih. Kamu boleh mengetahui semuanya di jurusan ilmu sejarah. Tapi awas jangan serakah yaa.
Bahasa Belanda
Selamat datang di jurusan ilmu sejarah, dan selamat belajar bahasa belanda. Kok bahasa belanda? Ya, tidak dapat dipungkiri selama bertahun-tahun kita telah dijajah oleh Belanda, dan selama itu pula banyak arsip-arsip sejarah telah dihasilkan. Sebagai seorang sejarawan kamu paling tidak harus bisa membaca arsip-arsip lawas tersebut.
Itulah kenapa di banyak universitas, mungkin semua universitas, jurusan sejarah mewajibkan mata kuliah bhasa belanda. Biasanya, berdasarkan pengalaman saya, mata kuliah bahasa Belanda memiliki beberapa tahapan. Mulai pengenalan, pelafalan, sampai akhirnya menjadi penulisan.
Biasanya kamu akan diajar langsung oleh dosen yang berasal dari Belanda, atau ada juga yang orang Indonesia namun mahir dalam menggunakan bahasa Belanda. Sayangnya, pelajaran ini banyak tidak diminati di kampus saya, padahal merupakan salah satu yang cukup penting.
Belajar bahasa Belanda berarti mempelajari sejarah bangsa yang sudah banyak ditulis oleh orang-orang Belanda, entah itu benar atau tidak, paling tidak kamu dapat mengenali jati diri serta kepribadianmu sendiri dengan mengetahui jalannya sejarah.
Belajar Sejarah Juga Belajar Manusianya
Membaca naskah-naskah sejarah tingkat kesulitannya tidak seberapa, bagaimana dengan menulis sejarah, kamu harus bergelut dengan bukti-bukti, baik itu fisik maupun non-fisik. Selain itu, yang juga tidak kalah penting adalah narasumber. Ya, belajar di jurusan ilmu sejarah berarti belajar manusia sebagai pelaku sejarahnya juga!
Tidak heran jika dalam jurusan ilmu sejarah, kita juga mendapatkan pelajaran-pelajaran seperti antropologi, sosiologi, filsafat, politik, bahkan ekonomi. Pelajaran-pelajaran tersebut (mungkin) akan menjadi bekal penting saat nanti menuliskan skripsi. Saya sendiri sekarang belum mengalaminya hehehe...
Tapi yang jelas, setelah merasakan kuliah sejarah selama satu semester, mempelajari manusia menjadi hal yang sangat penting untuk mengenali bagaimana pola-pola sejarah berlangsung. Kamu tidak dapat menulis apapun kalau tidak kenal dengan subyek (manusia) yang kamu tulis, sangat berhubungan dengan kamu tidak dapat menulis kalau tidak pernah membaca apapun hehehe.... Sejarah memang mengharuskanmu belajar banyak yaa.
Selain belajar manusianya, yang dilakukan dalam jurusan ilmu sejarah adalah mempelajari metode penulisan. Seperti yang sudah saya bahas di poin sebelumnya. Keduanya, baik itu mempelajari manusia atau penerapan dalam tulisan-tulisan sejarah adalah hal yang krusial untuk jurusan ilmu sejarah.
Keragaman Pembahasan
Kuliah di jurusan itu mempelajari apa aja sih? Jawabannya: banyak. Tapi, untuk lebih spesifiknya, sebenarnya ada beberapa pembagian dalam kajian sejarah. Saya tidak tahu pasti berapa banyak pembagian kajian tersebut, yang jelas ada beberapa seperti: Sejarah Perkotaan, Sejarah Lingkungan, Sejarah Indonesia Kontemporer, Sejarah Indonesia 1500, Sejarah Militer, Sejarah Kebudayaan, dsb.
Keragaman tersebut, tentu saja terkait dengan sifat keilmuan sejarah yang diakronis seperti yang sudah saya bahas di poin sebelumnya. Sejarah akan mencakup banyak sekali, bahkan bisa dibilang menjadi permulaan segala sesuatu. Lalu kenapa ada keragaman? Tentunya keragaman dibuat agar pembahasannya lebih dalam dan spesifik, meskipun begitu, semuanya bisa saling terkait, misalnya: kamu tidak dapat mengarti sejrah perkotaan jika tidak mendalami sejarah politik.
Selain itu, jika kamu ingin memilih jurusan ilmu sejarah saat kuliah, kamu harus paham bagaimana keunggulan tiap-tiap universitasnya. Maksudnya bukan soal akreditasi ataupun nama besar yang selama ini seri jadi patokan. Tapi keunggulan tiap-tiap daerahnya. Seperti di Jember misalnya, tempat saya kuliah, keunggulan daerahnya adalah masalah lingkungan, maka kajian sejarah di sini lebih spesifik jika membahas masalah lingkungan.
Dilain tempat, seperti Unair misalnya, fokus jurusannya akan diarahkan kepada masalah perkotaan, yaitu sejarah perkotaan. Sementara itu, di Jogja yang memiliki banyak arsip peninggalan zaman kolonial, jurusan ilmu sejarahnya lebih berfokus pada sejarah kolonial. Begitulah kergaman ini juga menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan daerah, jadilah bijak untuk memilih jurusan kuliah yaa.
Itulah sedikit perkenalan dengan ilmu sejarah. Semoga dapat membantu kamu menetukan pilihan yaa...
Share This :
comment 0 Komentar
more_vert