![]() |
"Gunung Soputan hingga saat ini memang memiliki rekor sebagai gunung berapi paling aktif yang ada di Pulau Sulawesi..."
Kali ini Kenapa sejarah akan membahas mengenai Gunung Soputan. Seperti biasanya, kami membagi pembahasan yang ada dalam artikel menjadi tiga bab, masing-masing memiliki pembahasan penting yang harus kamu ketahui mengenai Gunung Soputan.
Kami sudah sejak lama memiliki rencana untuk membuat sebuah silabus mengenai sejarah gunung-gunung yang ada di Indonesia. Nah, artikel yang saat ini anda baca nantinya juga akan termasuk dalam silabus tersebut. Kami ingin mengemas beragam sejarah secara singkat dan menarik agar para pembaca dapat memahaminya dengan baik.
Pernahkan kamu mengetahui tentang Gunung Soputan? Jika tidak, kamu bisa membaca ulasannya dibawah ini. Langsu saja check it out!
LOKASI
Gunung Soputan terletak di Provinsi Sulawesi Utara, tepatnya kawasan gunung ini termasuk dalam wilayah administratif Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, dan Kabupaten Minahasa Tenggara. Jika ditinjau dari Kota Manado, kamu dapat berjalan kearah barat daya-selatan sejauh 50 kilometer (KM) untuk mencapai kawasan Gunung Soputan. Gunung ini juga merupakan salah satu gunung berapi paling aktif yang ada di Pulau Sulawesi.
Gunung Soputan memiliki ketinggian 1.783,7 Meter Diatas Permukaan Laut (MDPL). Gunung berapi yang terakhir kali meletus pada tahun 2018 ini, memiliki tipe gunung api ‘strato.’ Untuk memantau aktivitasnya, pemerintah setempat mebuat sebuah pos pengawasan di Desa Maliku, Kec. Tombasian, Kab. Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.
Untuk mencapai puncak Gunung Soputan, kamu dapat melalui beberapa jalur, yaitu: jalur Tumaratas (Kecamatan Langoan Barat), jalur Desa Kota Menara, atau melalui jalur Desa Silian (Kecamatan Silian) dan Desa Winorangian (Kecamatan Tombatu.)
SEJARAH
Gunung Soputan merupakan salah satu gunung di Sulawesi Utara yang terbentuk pada masa Kuartener. Apa itu masa Kuartener? Periode Kuartener / masa kuartener adalah sebutan untuk periode tarakhir zaman kenozoikum dalam skala waktu geologi. Periode ini berlangsung sekitar 5.000 tahun yang lalu dan banyak membentuk penampakan alam di bumi yang ada hingga saat ini.
Tercatat, Gunung Soputan pertama kali meletus pada tahun 1785. Tidak ada keterangan yang pasti mengenai letusan pertamanya. Namun, setelah letusan tersebut, tercatat beberapa letusan terjadi dengan jarak paling jauh antar letusan adalah 47 tahun dan yang paling dekat 1 tahun.
Gunung Soputan hingga saat ini memang memiliki rekor sebagai gunung berapi paling aktif yang ada di Pulau Sulawesi. Letusan Gunung Soputan yang paling hebat terjadi sekitar 30 tahun yang lalu, yaitu pada tahun 1982 dimana debu vulkanik yang dihasilkan mampu menutupi rumah warga hingga ketebalan 30 centimeter (CM.)
Setidaknya pada tahun tersebut (1982) terjadi enam kali letusan di Gunung Soputan. Salah satu letusan yang menyebabkan ketebalan debu vulkanik mencapai 30 cm seperti yang dipaparkan diatas, juga membumbungkan debu panas serta api sampai ketinggian 4.000 meter. Letusan lain, menurut surat kabar kompas, memuntahkan material kerikil kecil dan pasir.
Aliran lava juga sempat memasuki perkampungan penduduk yang berjarak 15 kilometer dari pusat letusan pada tahun yang sama. Aliran panas itu merusak sekitar 500 rumah serta mengancam setidaknya 32.000 jiwa yang ada di perkampungan tersebut. Letusan itu adalah yang terparah pada tahun 1980-an.
Juga yang perlu dicatat adalah letusan terakhir Gunung Soputan yang terjadi pada 3 Oktober 2018.
CERITA RAKYAT
Gunung Soputan memiliki cerita rakyat yang sedikit unik. Seperti berbagai gunung yang ada di Indonesia, gunung yang paling aktif di Sulawesi ini juga dikait-kaitkan dengan sesuatu yang gaib. Hal tersebut tidak mengherankan jika melihat karakteristik masyarakat Indonesia yang cenderng religius.
Gunung yang satu ini, bersama empat gunung lainnya yang berada di Minahasa, dipercaya sebagai jalan menuju langit. Dalam catatan pendeta N Graafland diceritakan bahwa Gunung Soputan dan Gunung Lokon adalah dua buah anak gunung yang digunakan sebagai jalan menuju langit. Jalan tersebut biasa digunakan oleh para Dewa dan manusia untuk pulang-pergi dari langit dan bumi.
Konon, pada suatu hari, seorang manusia yang mengetahui hal tersebut menjadi marah. Karena kemarahan itu, ia kemudian memotong Puncak Gunung Soputan, lalu melemparkannya ke laut. Konon potongan dari puncak Gunung Soputan itu, sekarang menjadi Manado Tua.
Baca juga : Asal-Usul Gunung Arjuno
Nah, itu tadi sekilas pembahasan mengenai asal-usul Gunung Soputan. Semoga artikel ini dapat membantumu untuk menambah pengetahuan yaa... karena tujuan kami disini adalah untuk berbagi informasi yang ringan serta menarik.
Salam Sejarah!
Share This :
comment 1 Komentar
more_vertDiSungai Kacu cabang Sungai Mahakam ada suku Soputan.Suku ini ada Kampung Long Penaneh I,II,dan III.Kabupaten Mahakam Ulu Kalimantan Timur.
12 Desember 2019 pukul 23.13